tragedi di warung bakso

Halo sobat semua,kali ini blogger kaligangsa akan menceritakan sebuah dongeng dari jaman mataram nih.silahkan simak ya dongengnya.
Dulu dizaman mataram ada sebuah sebuah rumah pejabat kerajaan yang dihuni oleh seorang tumenggung bernama tumenggung 666,nah suatu waktu ki tumenggung hendak menidurkan cucu nya dan mulai lah ki tumenggung mendongeng.mari kita simak dongeng dari tumenggung 666

Sore hari di bulan Oktober yang panas, kebetulan juga pas lagi puasa sunnah. Saya yang menggeliat-geliat kaya cacing autis kepanasan di kasur kamar dikarenakan busung lapar dan dehidrasi, iseng download video Jeff Dunham. Buat yang gak tau, Jeff Dunham itu ventroluquist (kira-kira gitu tulisannya) – yang memainkan sebuah boneka pake suara perut, lucu banget orang itu, harus liat pokoknya kalo ga mau tak bacok!.

Niatnya mau berbuka puasa dengan melihat videonya. Sunahnya kan berbuka pake yang manis, rumusnya : Lucu = Cute = Manis.. walaupun rada maksa and garing kalian terima aja, soalnya ini blog saya.

Adzan pun berkumandang dan video Jeff Dunham belum beres saya download gara-gara koneksi internet di padepokan durjana saya yang lambat kayak keong. Akhirnya pemuda ganteng ini memutuskan untuk berbuka di Bakso Brengos deket rumah. Bakso di sana enak banget, konon katanya kalo bakso enak gara-gara kuali baksonyadicelupin cawet. Wallahualam bis showab, tapi kalo enak mau dicelup cawet atau ga saya ga peduli, asal enak saya sikat! #nggragas.com

Waktu datang tempatnya udah kaya arena
bela diri sejagad. Aura pembunuh menyebar
di ruangan. Raungan para pelanggan yang
kelaparan terdengar bersahutan.
“AUUUUUU…. AUUUUUUU…..”. Biar bisa
nyampe kasir saya sikut kakek2 di kanan saya sampe rontok giginya, tendang bocah di
sebelah kiri saya sampe mental, dan tidak
lupa membanting wanita hamil di depan saya.

“pesen apa mas”, tanya si kasir agak
manja dengan mencopot 1 kancing bajunya
spesial buat si ganteng ini. “kosongan satu,
minumnya es teh tawar” kata saya dengan
lugas dan berwibawa. “ok” kata si kasir
sambil mengedipkan matanya, menggeolkan pinggulnya, dan menjulurkan lidahnya. Tak
lama kemudian bakso datang. Saya lepas
jaket dikarenakan ruangan di Baso Brengos
yang panas naudzubillah.. kayak makan
bakso di neraka!

Beres makan bakso saya menuju kasir
dengan menenteng jaket di tangan. Salah satu
kantong tu jaket penuh dengan duit receh
100an hasil bongkar celengan pada malam
sebelumnya. ‘tap… tap.. tap…’ saya
melangkah tegap ke kasir. Bagaikan mantra jalangkung, datang tak dijemput pulang tak
diantar, tiba-tiba duit recehan itu
berhamburan dari kantong jaket saya.
Dengan gaya slow motion dan ekspresi
kebelet beol saya teriak “T.I.I.I.D.D.A.A.A.A.K.K.K.K……!.!.!”.

Pada saat itu saya berharap Newton salah,
dan hukum gravitasi ga berlaku sama koin
receh 100an. Tapi kakanda Newton tidak salah, koin-koin jahanam itu tetap berjatuhan‘cring! cring! crang! crong! crung! creng!’.

Dengan tetap mempertahankan wajah kebelet beol saya menoleh ke ruangan yang penuh orang itu. Semua melihat, semua menyeringai, semua berbisik. Ya, sore itu aku jadi lakon utama. Perlahan saya ambil koin-koin di lantai. Jiwa raga seorang pria maskulin seperti saya tercabik-cabik. Dengan sisa harga diri, saya pungut semua koin receh 100an itu. Sambil terseok-seok saya lanjutkan perjalanan ke kasir, air mata bercucuran, tubuh bergetar,.. “11 ribu!” kata si kasir dengan menahan senyum, senyum kematian ala Sasuke.
Akhirnya saya bayar tu bakso keparat, balik kanan, jalan kaya robot gedek . Dari kejauhan terdengar sayup-sayup lagu lawas "Selamat Tinggal" milik 5 minutes.

Sesampainya di padepokan durjana,
download'an video Jeff Dunham udah beres. Saya tonton, ngetawain Jeff Dunham sampe puas, tetap dengan wajah kebelet beol.

Itulah dongeng dari ki tumenggung dan akhirnya cucu nya bukan nya tidur malah ketawa2 terus.:grin:
Yang ga ketawa jelas ga baca artikelnya nih.:D
Artikel ini berasal dari http://tumenggung666.heck.in dan di edit dikiiiit oleh blogger kaligangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *